Lain Lain

July 9, 2018

MENINGKATNYA HARGA RUMAH DI JAKARTA 2018

Jakarta menjadi salah satu kota besar di Indonesia yang paling padat penduduknya. Berdasarkan data sensus penduduk di DKI Jakarta meningkat di akhir tahun 2017 sebanyak 10,37 juta orang. dan berdasarkan jumlah penduduk yang semakin meningkat dan padat, kebutuhan rumah tinggal pun menjadi sesuatu yang primer bagi setiap orang. Namun, dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal, maka meningkat pula harga rumah di jakarta 2018ini. Dilansir dari beberapa media online penjualan properti bangunan khususnya di wilayah Jakarta mencapai harga miliyaran rupiah. Banyaknya kalangan elit di ibukota menjadikan banyaknya investor mencoba meraup untung dalam bidang property ini. Dan dilihat dari lahan yang ada, sudah banyak sekali di beberapa wilayah di Jakarta yang di jadikan lahan perumahan. Dan sejurus dengan itu, harga rumah di jakarta 2018menjadi semakin melonjak tajam.

Selain dari banyaknya para kaum elit yang berinvestasi di tanah ibuota, faktor lain seperti menjadi pusat pemerintahan negara menjadi salah satu alasan. Faktanya, di Jakarta  sendiri begitu banyak bangunan pemerintahan yang turut melonjakan harga bangunan publik dan harga rumah di jakarta 2018di area sekitarnya. Dan juga perbaikan infrastruktur publik yang selalu di benahi secara bertahap oleh pemerintah menjadi faktor utama penyebab naiknya harga rumah di jakarta 2018.

Ada hal lain yang menjadi sorotan mengapa peningkatan harga rumah di jakarta 2018semakin naik. Ialah kepadatan penduduknya menjadikan peningkatan dalam aspek kebutuhan. Dan hal itu pula yang menyebakan kota Jakarta menjadi pusat bisnis yang paling berpotensi di antara kota-kota besar lainnya. Dan banyaknya orang yang mendatangi kota ini untuk bekerja menjadikan Jakarta menjadi kota dengan tingkat produktivitas yang tinggi. Dan di beberapa wilayah yang menjadi pusat bisnis ini pun ikut melonjakan harga tanah pada 2018 serta harga rumah di jakarta 2018sampai 100 juta permeter persegi, tergantung keramaian dari kawasan tersebut. Sehingga tak bisa lagi di pungkiri bahwa di ibukota sangat profit bagi para investor untuk meraup ke untungan di berbagai bidang bisnis.

Tak hanya itu, penghasilan yang di dapat pun juga tinggi. UMR (Upah Minimum Regional) di Jakarta saja mencapai 3,6 juta rupiah perbulan. Namun dengan tingginya harga kebutuhan juga menjadi faktor yang sulit terelakan. Dan karena itu pun dapat kita simpulkan bahwa penghasilan yang tinggi juga mempengaruhi harga sandang, pangan, papan, khususnya harga rumah di jakarta 2018yang juga semakin meningkat karena naiknya pandapatan dari setiap pekerja. Misalnya saja, kita akan sangat kesulitan mencari kost yang harganya di bawah 750 ribuan, karena pandangan para penyewa dari patokan pendapatan sudah mencapai angka yang tinggi.

Sejalan dengan meningkatnya harga rumah di jakarta 2018, dengan berbagai kegiatan dari pemerintahan yang banyak meningkatkan infrastruktur menjadikan fasilitas yang ada di daerah tersebut menjadi faktor utama meningkatnya harga rumah di jakarta 2018. Pasalnya, baik harga tanah maupun bangunan itu sendiri juga di ukur dari fasilitas umum yang tersedia.  Menjadikan kenaikan yang signifikan di mana pemerintah sekarang sedang gembor-gembornya membangun banyak fasilitas umum. Mulai dari stasiun bawah tanah yang sedang menjadi bahan panas yang di perkirakan MRT fase I akan rampung pada akhir tahun 2018 ini, sehingga akan lebih melonjakan harga rumah di jakarta 2018 di area sekitarnya.

Kota metropolitan yang sudah di sandang oleh Ibukota Jakarta sejak lama, bukan hanya wacana semata. Karena selain menjadi wilayah dengan populasi yang yang padat dan banyak, Jakarta juga menjadi pusat perdagangan. dank arena itu pula, hokum ekonomi, di mana semakin banyaknya permintaan maka semakin banyaknya peroduksi yang di keluarkan. Dengan begitu, secara otomatis harga-harga pun ikut naik seiring berjalannya waktu. Melihat hal tersebut, perdagangan yang paling besar keuntungannya adalah perumahan, sehingga harga rumah di jakarta 2018, juga semakin tinggi dimana semakin padatnya kota. Karena semakin banyak penduduk yang membutuhkan rumah sebagai tempat tinggal.

Fakta yang terakhir adalah rasa bangga. Faktor ini sudah menjadi suatu alasan yang tak bisa lagi di hindarkan. Dari penggambaran di berbagai media bahwa Jakarta menjadi kota yang glamor dan menjadi pusat peradaban bangsa menjadikan rasa bangga jika tinggal di Jakarta menjadi salah satu alasan kenapa begitu banyaknya pendatang di tiap tahunnya. Dan dengan begitu, kembali menjadi faktor yang cukup menjadi kan naiknya harga rumah di jakarta 2018, karena dengan berbagai aspek yang di suguhkan oleh ibukota menjadikan Jakarta sebagai kota yang ramai. Mulai dari perindustrian, perfilman, hingga perdagangan seluruhnya berpusat di Jakarta. Contoh saja di daerah Menteng yang harganya sudah naik hingga 100 persen dalam kurun waktu 10 tahun, jadi mungkin saja harga rumah di jakarta 2018,dan tahun tahun berikutnya akan terus menanjak seiring pembangunan infrastruktur dari pemerintah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *