Kesehatan

January 15, 2020

Inilah Pengertian Skistosomiasis yang Patut Kamu Tahu!

Pengertian skistosomiasis (bilharzia) merupakan infeksi yang umumnya diakibatkan  oleh adanya cacing parasit skistosoma, cacing ini ditemukan di air tawar, seperti kolam, danau, air kanal, sungai, serta waduk di negara yang memiliki cuaca tropis maupun subtropis. Parasit tersebut biasanya mampu menempel dalam tubuh siput. Oleh sebab itu, infeksi pun biasa orang-orang menyebutnya dengan demam siput.

Laman Hello Sehat menyebutkan pada bagian tubuh yang terkena penyakit ini maka dipengaruhi pula spesies parasit penyebabnya. Terdapat beberapa spesies yang dapat berdasarkan pengertian skistosomiasis menyebabkan pengaruh baik pada paru-paru, otak, sistem pusat saraf, serta sistem saraf tulang belakang. Parasit juga dapat ditemukan di berbagai wilayah contohnya di Afrika, tersebar pula di bagian Amerika Selatan, Karibia, Asia, bahkan Timur Tengah.

Saat mengalami gejala saat pertama kali terinfeksi dengan schistosomiasis, kemudian parasit dapat tinggal di dalam tubuh yang menahun serta menyebabkan kerusakan pada organ-organ dalam tubuh, seperti kemih, ginjal maupun organ hati. Skistosomiasis  pun sering menunjukkan efek yang tidak secara langsung fatal, akan tetapi apabila mencapai tahap kronis kemungkinan besar mampu merusak organ internal dengan serius. Keadaan ini bahkan mampu menyebabkan menurunnya pertumbuhan serta perkembangan kognitif yang terjadi pada anak-anak.

Infeksi biasanya diawali apabila penderita melakukan kontak dengan air yang telah terkontaminasi contohnya yaitu saat kegiatan berenang, mencuci, atau saat mengayuh kapal. Dilansir dari laman Honestdocs, ada tiga jenis parasit yang mengakibatkan mudahnya teridap  Schistosomiasis yang berada di Indonesia terdiri dari Schistosoma japonicum, Schistosoma mansoni, dan Schistosoma hematobium. Cacing parasit ialah jenis cacing trematoda. Cacing ini melalui pertumbuhan mulai dari telur hingga menjadi cacing dewasa setelah berhasil termakan atau masuk melalui perantara kulit.

Cacing parasit yang telah berhasil masuk ke dalam tubuh melalui perantara kulit kemudian mampu  bersarang di dalam tubuh dalam jangka waktu beberapa minggu hingga berhasil menetaskan telurnya. Sistem imun pun berusaha untuk menyerang telur tersebut dan  dikeluarkan melalui tinja atau urin penderita. Apabila tidak melakukan pengobatan yang benar, cacing akan selaluu menetaskan telur untuk jangka waktu yang cukup lama. 

Faktor risiko utama terjangkitnya penyakit ini adalah mereka yang tinggal atau bepergian ke daerah dimana schistosomiasis kerap terjadi. Selain itu, kontak kulit dengan air yang terkontaminasi, dan juga sistem imun yang kurang baik dapat menjadi pemicu lainnya.

Dalam rangka mampu membedakan antara gejala skistosomiasis dengan gejala akibat kondisi infeksi cacing yang serupa maka biasanya dokter melakukan pemeriksaan kondisi fisik hingga menanyakan mengenai aktivitas yang kamu lakukan sebelumnya. Pengertian skistosomiasis apabila teridentifikasi memang dicurigai akan terkena potensi infeksi maka dokter pun menyarankan untuk menjalani tes lanjutan yang terdiri atas beberapa tes seperti :

  • Tes darah dilakukan terhadap perhitungan darah lengkap (HDL) dalam melakukan pemeriksaan terhadap potensi anemia maupun tes perhitungan terhadap sel darah putih (eosinofil) dalam melakukan pemantauan dari kondisi daya tahan tubuh.
  • Tes laboratorium, ialah meliputi urinalisis maupun tes sampel tinja dalam pemeriksaan apabila ditemui terdapat telur parasit.
  • Tes antibodi, digunakan dalam hal memeriksa apabila terdapat tanda-tanda infeksi dalam tubuh penderita yang diduga terjangkiti.
  • Tes fungsi organ adalah kegiatan pemeriksaan fungsi organ ginjal dan hati.
  • Tes pemindaian terdiri atas CT scan, MRI, Rontgen dada USG, atau ekokardiogram.
  • Biopsi jaringan dalam hal memeriksa apabila terdapat abnormalitas atau masalah serius lainnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *